Senin, 01 Desember 2014



Jarak yang memisahkan tak akan jadi kendala untuk kita menyatu nanti saat semuanya telah menghidupkan rasa cinta dan cinta yang selama ini diimpikan berdua selama perasaan ini akan terus mengalir dan terbiasa dengan hal itu agar tetap utuh menyatu takkan terpisah begtu saja. Helai demi helai ku hitung rambutpun, semuanya mungkin tidak akan pernah seperti dulu, masa bersama menuai suka dan duka kita jalani dengan penuh rasa dalam, hamper tak ada lagi kesedihan. Secercah harapan yang pasti atau tidaknya kita tak akan pernah tau, iya, mungkin takdir yang akan menjawab semuanya saat semuanya telah kembali.
Pagi mulai menyertai, senyum itu mungkin tak tampak lagi di depan dengan mengucapkan “selamat pagi sayang” hanya bayangmu yang ada bukan wujud aslimu yang seperti biasanya. Teringat saat indah yang tak bisa lupa begitu saja, bukan ketampanan, materi atau apapun hal duniawi tetapi, bagaimana  memperjuangkan seseorang dihidup yang kau anggap berharga. Kudengar suara burung di puncak pohon seakan memanggilku untuk berkata “tersenyumlah pagi ini” dengan kipasan sayapnya di terbang ke langit tanpa dia merasa takut untuk melangkah, akan hal yang mungkin saja menyeramkan di atas langit sana. “……just give me a reason just a little bit enough..” terdengar suara nada telepon yang menggunakan nada lagu artis Hollywood yaitu Pink, ternyata dari dirinya yang ditunggu selama ini setelah seminggu dirinya tak menghubungi dengan rasa rindu yang penuh ini, dia  angkat telpon darinya
 “halo sayang, kenapa?”
“sayang maaf aku baru menghubungimu, minggu-minggu ini aku banyak nglembur.”
“iya sayang, aku tau kok, ya aku coba buat mengerti kamu.”
“thanks sayang, kamu gimana kabarnya ? masihkah mencintaiku ?”
“iya, aku baik saja kok sayang.”
“kenapa sih jawabnya cumin gitu doang ? kamu marah sama aku ? “
“nggak, emang lagi gak mood aja.”
“nad, sudahlah kamu jangan ngeles sama aku, kita tuh udah lama saling kenal, aku tau saat kamu sedih, marah.”
“lalu?”
“terserah kamu aja !”
            Hal biasa yang dialaminya, iya, namanya Nadia dan Firgy adalah kekasihnya, menjalin hubungan cukup lama yaitu 4th . Mereka dulunya sangat mesra, yang mungkin bias disebut best couple. Namanya juga hubungan pasti cek-cok sudah biasa.
“nad, minggu depan aku pulang ke Jakarta.”
“benarkah ? kamu gak bohong kan fir ?”
“tentu saja tidak, aku mempunyai banyak planning nantinya.”
“apa? “
“kita liburan yuk ke puncak, kamu ajak temen-temen kamu ya biar liburannya seru dan gak bosen okey, aku juga bakalan bawa sahabat aku dari kecil.”
“sahabat kecil ? kok kamu nggak pernah cerita ?”
“kan sebentar lagi kamu juga tahu sayang.”
“iya iya.”
            Ditutuplah telpon dari firgy oleh nadia. Dengan perasaan penasaran, dia kepo banget dengan sahabat kecil firgy yang dia bilang temen dekatnya itu. Di lain sisi nadia cemburu, tapi disisi lainnya dia itu hanya sahabat firgy. Nadia mengalami kegelisahan yang amat mendalam yang ada dibenaknya hanya “siapa ya ?” .

            Setelah seminggu, pas pada hari sabtu dia weekend sambil menunggu kedatang sang pujaan hatinya yaitu firgy di terasnya sambil bermain tablet mewahnya itu. Beberapa jam nadia menunggu tapi tidak ada jejak kedatangan firgy. Nadia melakukan aktivitas lainnya yaitu dia kepikiran bahwa firgy sangat suka dengan pudding buah. Kebetulan nadia di kulkas terdapat buah strwbery, berry, lecy, melon dan semangka. Yups, benar sekali, nadia ingin sekali membuatkan pudding untuk firgy. Di siapkannya semua bahan yang ada, sambil menunggu kedatangan firgy yang membuang waktu itu. Dia masukkan calon pudding ke lemari pendingin agar cepat padat. Beberapa menit, pudingnya telah matang dan siap di sajiakan “aku rasa, firgy pasti senang dengan pudingku, emm aku namai pudding cinta ala chef nadia ayu permatasari horaay!!”
….tok tokk tok…. Terdengar suara seorang yang mengetuk pintu “siapa sih ? ganggu orang aja lagi buat pudding cinta.” Dibukakan pintu itu dan “sureprice !!!”
“firgy !!” dipeluklah kekasih hatinya itu dengan penuh perasaan dan kerinduan setelah 1 tahun mereka tak bertemu, coba deh bayangkan gimana rasanya, sakitnya tuh disini.
“fir, aku juga buat kejutan for you sayang.”
“oh ya ? apa ?”
“tadaaaa…” di keluarkannya pudding yang dia sembunyikan
“wahh.. sepertinya itu enak.”
“ya jelaslah, awas aja kalau bilang nggak enak !!”
“haduh.. iya iya sayang, aku senang deh lihat kamu tersenyum cantik gini.”
“gombal aje lo !”
“bener sayang.”
Lalu tiba-tba …drrr..drrr telpon firgy berbunyi, nadia tak tahu siapa yang menelpon kekasihnya itu saat lagi mesra-mesranya mereka bercanda ria melepas rindu yang menggebu.
“aduh sayang maaf ya, aku barusan di telpon sahabat aku. Katanya mama pengen cepet ketemu aku.”
“tapi sayang ? kamu kan baru pulang, lagian kan ntar juga ketemu kan.”
“iya sayang tapi ini permintaan mamaku.”
“yaudah terserah kamu aja.”
“besok kamu prepare ya, kita ke puncak, berabgkatnya aku jempu ya sayang.”
“iya crewet.”
Seperti biasa, firgy selal mengacak-acak rambutku, terkadang sebeljuga sih. Firgy pulang dengan tergesa-gesa tanpa memikirkan perasaan nadia yang emosinya tak bias terkendali ini.
            Malampun nadia menyiapkan segala keperluannya yang akan dia bawa ke puncak, nadia menelpon sahabat-sahabatnya untuk menemaninya tetapi tidak ada yang bias, mereka sibuk semua dengan urusannya masing-masing.
            Pagi pun telah tiba dan terdengarlah suara bel mobil firgy dan aku bergegas menuju ke mobil firgy berwarna biru dongker kesukaanku itu. Firgy berkata “ ayo sayang, mama dan papa sudah ke puncak tadi malem sama sahabatku.” “iya sebentar kali ah”.
            Setelah perjalanan 3 jam yang cukup melelahkan tapi membahagiakan menurut nadia itu, kemudia nadia turun dari mobil, aku rasa ku kenal dengan sosok wanita itu dengan di sebelahnya laki-laki tampan, nadia piker laki-laki tampan itu adalah pacarnya. Dan firgy memperkenalkan wanita itu dan nadia sudah ingat bahwa itu adalah Vera teman SMPnya sebelum kenal dengan firgy. Vera adalah teman nadia malah teman dekat, dulu mereka saling bersama berarti vera itu…. “nad, kenalin ini vera sahabatku dari kecil dan Roy adalah kekasihnya.”
“iya fir, aku udah tau kok.”
“hay nad, lama ya kita tidak ketemu, bagaimana kabarmu ?”
“iya baik kok ver.”
“yaudah kita semua masuk yuk, keburu hujan ini.” Kata  firgy
“nadia sayang, kamu tidur di kamar ini ya sayang, sana mandi dulu juga gapapa.”
“iya fir.”
            Nadia lalu meletakkan koper cetar membahananya. Lalu dia menata perlengkapan di lemarinya. Dia tidak lupa membawa toto boneka teddy bearnya. Lalu nadia mempersiapkan bajunya untuk dia pakai sehabis mandi.
            Setelah mandi, nadia menuju ke ruang tamu, ternyata sudah ramai ada firgy dan vera yang tampak mesra di hadapanku dengan bermain video game. Seperti sudah sangat akrab satu sama lain. Sebagai wanita, nadia berhak cemburu tapi tak mungkin dia mengacaukan liburannya bersama firgy. Nadia melihat vera beranjak ke dapur, sepertinya dia ingin memasak sesuatu dan nadia menghampiri firgy dengan manjanya dia ingin cokelat kesukaannya, tetapi firgy tidak mau membelikan karena letak super market jauh dari villanya.
            Waktu makan malam telah tiba, semua berkumpul di meja makan, tentunya firgy selalu memuji masakan vera, Roy juga, maklum sih kan Roy pacarnya, lah firgy ? ya sahabtnya juga sih, tapi tetep saja nadia merasa bodo amat.
“wah ver, masakanmu enak juga ya. Spertinya untuk makan, kita tidak perlu ke restaurant .”
“hahaa.. masak sih fir, aku udah biasa kok masakan gini, ya rasanya juga biasa-biasa aja.”
“lihat nad, vera pinter masaknya, seandainya nadia itu kamu ver yang pinter masak.”
“kamu kok gitu sih fir? Kamu nyesel ?” ujar nadia yang lagi naik darah dan meninggalkan meja makan.
“loh sayang, nad nadiaa” teriak firgy
Nadia masuk kamar ddan memeluk boneka “ini baru sehari, apalagi seminggu!!” dengan penuh kecewa, tak sadar nadia meneteskan air matanya itu. Dan tiba-tiba nadia ketiduran karena lelahnya perjalanan ke puncak.
            Firgy dan Vera masih tetap asyik melanjutkan video game mereka dan Roy kembali ke kamarnya untuk mengistirahatkan matanya. Firgy dan vera menjalin percakapan yang serius.
“kamu senangkan ver, ku ajak liburan?”
“iya aku seneng banget bias bareng sama kamu lagi, meskipun..”
“meskipun apa ?”
“meskipun tidak sedekat dulu lagi.”
Firgy menghela nafas, “ sudahlah itu kan masa lalu kita.”
“tapi sebenarnya aku bingung, kita dekat tapi seseorang disekitar kita pasti tersakiti.”
“aku juga tak mengerti apa perasaan ini masih ada atau hilang ver.”
“Roy selalu menemaniku, tapi dilain sisi kamu mantan terindahku yang dulu juga pernah menemani, aku tak tau dengan perasaanku.”
“kita coba menjalani hari masing-masing ya, aku sudah ada nadia dan kamu ada Roy, lagian ku piker Roy laki-laki yang baik juga.”
“jelas fir, aku sayang sekali sama Roy.”
“kalau kamu masih ragu sama perasaanmu, besok kita ke puncak bukit.”
“kenapa harus disana?”
“kita harus melakukannya ver, kita harus memantapkan hati kita, apakah kita masih saling mencintai ataukah tidak.”
“baiklah, kalau itu demi kehidupan kita selanjutnya.”
            Pagi Nadia telah terbangun dari tidurnya, dia beranjak mandi untuk melihat pemandangan dan udara segar pagi hari. Setelah keluar dari kamar, terlintas nadia melihat vera dan firgy keluar rumah.
“Roy, mereka berdua mau kemana ?”
“mereka ingin ke puncak bukit, tadi kamu dibangunkan tapi sepertinya kamu tidur terlalu lelap dan kecapekan jadi gak tega.”
“iih kok gitu sih, terus kenapa kamu masih disini ?”
“oh.. aku Cuma ingin bersantai saja.”
“yasudah deh aku mau menyusul mereka saja !”
“jangan nad ! “
“apaan sih ? kan aku Cuma mau nyusul aja”
Berlarilah nadia menyusuri hutan-hutan, nadia tak menyadari bahwa Roy mengikutinya diam-diam. Sebenarnya Roy sudah mengetahui tentang rencana mereka, tetapi Roy tidak mau memperburuk suasana, mungkin bukan waktu yang tepat untuk marah dalam keadaan liburan seperti ini.
“kita harus melakukan sekarang ver, supaya kita bisa tau akan semua pertanyaan yang kita ragukan selama ini.”
Nadia mendengar seperti ada yang berbicara di sana, lalu dia mendekati arah suara tersebut dan nadia melihat firgy dan vera berdua saling berdekatan seakan-akan ingin berciuman. “mereka berdua apa-apaan sih !” . kemudian firgy dan vera memulai rencana mereka dan mereka berciuman untuk melepaskan keraguan. “fir, tidak ada getaran kembali, sudah tak ada lagi rasa diantara kita.” Vera memeluk virgy dengan tenang dan bahagia bahwa sudah tak ada rasa diantara mereka dan mereka akan menjalani kehidupan masing-masing dengan kekasih mereka. Nadia terkejut dengan perlakuan firgy dan vera, dia menangis tak sadar meneteskan air mata, seperti hati tercabik-cabik. “kenapa mereka melakukan ini sama aku. Padahal aku sungguh menyayangi firgy.” Dengan kemarahan nadi berbalik, dan dia tak sadar bahwa dibelakangnya ada Roy dengan wajah kecewa nadia bertanya “Roy!” “iya nad, aku udah tau semuanya, maafin aku nad.” . Tiba-tiba firgy dan vera mendengar seperti ada yang berbicara. “fir, sepertinya aku mendengar sesuatu.”, firgy lalu mencari tahu arah suara dan firgy tak menyadari bahwa di balik pohon rindang besar nadia berdiri dengan penuh air mata. “nadia!” kemudian nadia menoleh ke belakang “apa ? apa yang akan kamu katakana padaku ? “ “nadia, aku bias jelasin semuanya.” “kamu itu jahat fir, kamu jahat sama aku ! “ berlarilah nadia kembali ke villa dengan air matanya yang terus menetes dan disusul oleh Roy “Tunggu nadia.” . Tampaknya firgy dan vera menyesal atas perlakuan mereka “kenapa semuanya jadi seperti ini fir, aku tak berniat untuk selingkuh di sepan mereka.” Menangis vera dipelukan firgy. “yasudah, kita kembali ke villa.”
            Setelah firgy dan vera telah sampai di villa, firgy melihat nadia mebereskan barang-barangnya yang telah rapi dengan koper Barbie kesukaannya serta teddy bear yang dia peluk, lalu dia kea rah pintu teras. “ mau kemana nad ?” firgy memegang tangan nadia. “ ya pulanglah, aku sudah capek disini, kamu selalu menganggap aku tak ada dan kamu selalu dan membela sahabat brengsekmu itu !” “cukup nadia !” bela saja terus ! kamu memang tak peduli terhadapku fir, aku kecewa sama kamu, aku cinta sama kamu fir, tapi apa yang kamu lakukan sekarang ? bermain dibelakangku, sedangkan aku setia menunggumu kembali kepadaku. Mungkin semuanya tlah berakhir, mungkin sudah cukup sampai disini hubungan kita, semoga kamu bahagia.” Datanglah mobil jemputan nadia. “ aku kecewa sama kamu fir, jangan pernah temuin aku. Selamat tinggal.” “nadia, aku bakalan jelasin sama kamu, aku cinta sama kamu nadia.” Dia ketuk-ketuk kaca mobil nadia, dan berlari-larilah firgy mengejar mobil nadia. Nadia tak memperdulikan apa yang dikatakan firgy. Dia tetap menangis, seakan masih kemarin dia jatuh cinta sama firgy tetapi sudah dikecewakan. Dengan rasa kecewanya nadia bernyanyi “ seandainya kau tau, kutak ingin kau pergi meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu, seandainya kau tau aku kan slalu cinta, jangan kau lupakan kenangan kita selama ini.” .
Firgy meratapi kepedihan di hatinya “selamat tinggal nadia, aku masih mencintai kamu, aku gak bakalan lupa atau tak mengingatmu. Selamat tinggal peri kecil di hatiku, segenap cinta akan selalu ku berikan kepadamu, aku akan berjuang untukmu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar