Jarak yang
memisahkan tak akan jadi kendala untuk kita menyatu nanti saat semuanya telah
menghidupkan rasa cinta dan cinta yang selama ini diimpikan berdua selama
perasaan ini akan terus mengalir dan terbiasa dengan hal itu agar tetap utuh
menyatu takkan terpisah begtu saja. Helai demi helai ku hitung rambutpun,
semuanya mungkin tidak akan pernah seperti dulu, masa bersama menuai suka dan
duka kita jalani dengan penuh rasa dalam, hamper tak ada lagi kesedihan.
Secercah harapan yang pasti atau tidaknya kita tak akan pernah tau, iya, mungkin
takdir yang akan menjawab semuanya saat semuanya telah kembali.
Pagi mulai
menyertai, senyum itu mungkin tak tampak lagi di depan dengan mengucapkan
“selamat pagi sayang” hanya bayangmu yang ada bukan wujud aslimu yang seperti
biasanya. Teringat saat indah yang tak bisa lupa begitu saja, bukan ketampanan,
materi atau apapun hal duniawi tetapi, bagaimana memperjuangkan seseorang dihidup yang kau
anggap berharga. Kudengar suara burung di puncak pohon seakan memanggilku untuk
berkata “tersenyumlah pagi ini” dengan kipasan sayapnya di terbang ke langit
tanpa dia merasa takut untuk melangkah, akan hal yang mungkin saja menyeramkan
di atas langit sana. “……just give me a
reason just a little bit enough..” terdengar suara nada telepon yang
menggunakan nada lagu artis Hollywood yaitu Pink, ternyata dari dirinya yang ditunggu
selama ini setelah seminggu dirinya tak menghubungi dengan rasa rindu yang
penuh ini, dia angkat telpon darinya
“halo sayang, kenapa?”
“sayang maaf aku
baru menghubungimu, minggu-minggu ini aku banyak nglembur.”
“iya sayang, aku
tau kok, ya aku coba buat mengerti kamu.”
“thanks sayang,
kamu gimana kabarnya ? masihkah mencintaiku ?”
“iya, aku baik
saja kok sayang.”
“kenapa sih
jawabnya cumin gitu doang ? kamu marah sama aku ? “
“nggak, emang
lagi gak mood aja.”
“nad, sudahlah
kamu jangan ngeles sama aku, kita tuh udah lama saling kenal, aku tau saat kamu
sedih, marah.”
“lalu?”
“terserah kamu
aja !”
Hal biasa yang dialaminya, iya, namanya
Nadia dan Firgy adalah kekasihnya, menjalin hubungan cukup lama yaitu 4th
. Mereka dulunya sangat mesra, yang mungkin bias disebut best couple. Namanya juga hubungan pasti cek-cok sudah biasa.
“nad, minggu
depan aku pulang ke Jakarta.”
“benarkah ? kamu
gak bohong kan fir ?”
“tentu saja
tidak, aku mempunyai banyak planning nantinya.”
“apa? “
“kita liburan
yuk ke puncak, kamu ajak temen-temen kamu ya biar liburannya seru dan gak bosen
okey, aku juga bakalan bawa sahabat aku dari kecil.”
“sahabat kecil ?
kok kamu nggak pernah cerita ?”
“kan sebentar
lagi kamu juga tahu sayang.”
“iya iya.”
Ditutuplah telpon dari firgy oleh
nadia. Dengan perasaan penasaran, dia kepo banget dengan sahabat kecil firgy
yang dia bilang temen dekatnya itu. Di lain sisi nadia cemburu, tapi disisi
lainnya dia itu hanya sahabat firgy. Nadia mengalami kegelisahan yang amat
mendalam yang ada dibenaknya hanya “siapa ya ?” .
Setelah seminggu, pas pada hari
sabtu dia weekend sambil menunggu kedatang sang pujaan hatinya yaitu firgy di
terasnya sambil bermain tablet mewahnya itu. Beberapa jam nadia menunggu tapi
tidak ada jejak kedatangan firgy. Nadia melakukan aktivitas lainnya yaitu dia
kepikiran bahwa firgy sangat suka dengan pudding buah. Kebetulan nadia di
kulkas terdapat buah strwbery, berry, lecy, melon dan semangka. Yups, benar
sekali, nadia ingin sekali membuatkan pudding untuk firgy. Di siapkannya semua
bahan yang ada, sambil menunggu kedatangan firgy yang membuang waktu itu. Dia
masukkan calon pudding ke lemari pendingin agar cepat padat. Beberapa menit,
pudingnya telah matang dan siap di sajiakan “aku rasa, firgy pasti senang
dengan pudingku, emm aku namai pudding cinta ala chef nadia ayu permatasari
horaay!!”
….tok tokk tok….
Terdengar suara seorang yang mengetuk pintu “siapa sih ? ganggu orang aja lagi
buat pudding cinta.” Dibukakan pintu itu dan “sureprice !!!”
“firgy !!”
dipeluklah kekasih hatinya itu dengan penuh perasaan dan kerinduan setelah 1
tahun mereka tak bertemu, coba deh bayangkan gimana rasanya, sakitnya tuh
disini.
“fir, aku juga
buat kejutan for you sayang.”
“oh ya ? apa ?”
“tadaaaa…” di
keluarkannya pudding yang dia sembunyikan
“wahh..
sepertinya itu enak.”
“ya jelaslah,
awas aja kalau bilang nggak enak !!”
“haduh.. iya iya
sayang, aku senang deh lihat kamu tersenyum cantik gini.”
“gombal aje lo
!”
“bener sayang.”
Lalu tiba-tba
…drrr..drrr telpon firgy berbunyi, nadia tak tahu siapa yang menelpon
kekasihnya itu saat lagi mesra-mesranya mereka bercanda ria melepas rindu yang
menggebu.
“aduh sayang
maaf ya, aku barusan di telpon sahabat aku. Katanya mama pengen cepet ketemu
aku.”
“tapi sayang ?
kamu kan baru pulang, lagian kan ntar juga ketemu kan.”
“iya sayang tapi
ini permintaan mamaku.”
“yaudah terserah
kamu aja.”
“besok kamu
prepare ya, kita ke puncak, berabgkatnya aku jempu ya sayang.”
“iya crewet.”
Seperti biasa,
firgy selal mengacak-acak rambutku, terkadang sebeljuga sih. Firgy pulang
dengan tergesa-gesa tanpa memikirkan perasaan nadia yang emosinya tak bias
terkendali ini.
Malampun nadia menyiapkan segala
keperluannya yang akan dia bawa ke puncak, nadia menelpon sahabat-sahabatnya
untuk menemaninya tetapi tidak ada yang bias, mereka sibuk semua dengan
urusannya masing-masing.
Pagi pun telah tiba dan terdengarlah
suara bel mobil firgy dan aku bergegas menuju ke mobil firgy berwarna biru
dongker kesukaanku itu. Firgy berkata “ ayo sayang, mama dan papa sudah ke
puncak tadi malem sama sahabatku.” “iya sebentar kali ah”.
Setelah perjalanan 3 jam yang cukup
melelahkan tapi membahagiakan menurut nadia itu, kemudia nadia turun dari
mobil, aku rasa ku kenal dengan sosok wanita itu dengan di sebelahnya laki-laki
tampan, nadia piker laki-laki tampan itu adalah pacarnya. Dan firgy
memperkenalkan wanita itu dan nadia sudah ingat bahwa itu adalah Vera teman
SMPnya sebelum kenal dengan firgy. Vera adalah teman nadia malah teman dekat,
dulu mereka saling bersama berarti vera itu…. “nad, kenalin ini vera sahabatku
dari kecil dan Roy adalah kekasihnya.”
“iya fir, aku
udah tau kok.”
“hay nad, lama
ya kita tidak ketemu, bagaimana kabarmu ?”
“iya baik kok
ver.”
“yaudah kita
semua masuk yuk, keburu hujan ini.” Kata
firgy
“nadia sayang,
kamu tidur di kamar ini ya sayang, sana mandi dulu juga gapapa.”
“iya fir.”
Nadia lalu meletakkan koper cetar
membahananya. Lalu dia menata perlengkapan di lemarinya. Dia tidak lupa membawa
toto boneka teddy bearnya. Lalu nadia mempersiapkan bajunya untuk dia pakai
sehabis mandi.
Setelah mandi, nadia menuju ke ruang
tamu, ternyata sudah ramai ada firgy dan vera yang tampak mesra di hadapanku
dengan bermain video game. Seperti sudah sangat akrab satu sama lain. Sebagai
wanita, nadia berhak cemburu tapi tak mungkin dia mengacaukan liburannya
bersama firgy. Nadia melihat vera beranjak ke dapur, sepertinya dia ingin
memasak sesuatu dan nadia menghampiri firgy dengan manjanya dia ingin cokelat
kesukaannya, tetapi firgy tidak mau membelikan karena letak super market jauh
dari villanya.
Waktu makan malam telah tiba, semua
berkumpul di meja makan, tentunya firgy selalu memuji masakan vera, Roy juga,
maklum sih kan Roy pacarnya, lah firgy ? ya sahabtnya juga sih, tapi tetep saja
nadia merasa bodo amat.
“wah ver,
masakanmu enak juga ya. Spertinya untuk makan, kita tidak perlu ke restaurant
.”
“hahaa.. masak
sih fir, aku udah biasa kok masakan gini, ya rasanya juga biasa-biasa aja.”
“lihat nad, vera
pinter masaknya, seandainya nadia itu kamu ver yang pinter masak.”
“kamu kok gitu
sih fir? Kamu nyesel ?” ujar nadia yang lagi naik darah dan meninggalkan meja
makan.
“loh sayang, nad
nadiaa” teriak firgy
Nadia masuk
kamar ddan memeluk boneka “ini baru sehari, apalagi seminggu!!” dengan penuh
kecewa, tak sadar nadia meneteskan air matanya itu. Dan tiba-tiba nadia
ketiduran karena lelahnya perjalanan ke puncak.
Firgy dan Vera masih tetap asyik
melanjutkan video game mereka dan Roy kembali ke kamarnya untuk
mengistirahatkan matanya. Firgy dan vera menjalin percakapan yang serius.
“kamu senangkan
ver, ku ajak liburan?”
“iya aku seneng
banget bias bareng sama kamu lagi, meskipun..”
“meskipun apa ?”
“meskipun tidak
sedekat dulu lagi.”
Firgy menghela
nafas, “ sudahlah itu kan masa lalu kita.”
“tapi sebenarnya
aku bingung, kita dekat tapi seseorang disekitar kita pasti tersakiti.”
“aku juga tak
mengerti apa perasaan ini masih ada atau hilang ver.”
“Roy selalu
menemaniku, tapi dilain sisi kamu mantan terindahku yang dulu juga pernah
menemani, aku tak tau dengan perasaanku.”
“kita coba
menjalani hari masing-masing ya, aku sudah ada nadia dan kamu ada Roy, lagian
ku piker Roy laki-laki yang baik juga.”
“jelas fir, aku
sayang sekali sama Roy.”
“kalau kamu
masih ragu sama perasaanmu, besok kita ke puncak bukit.”
“kenapa harus
disana?”
“kita harus
melakukannya ver, kita harus memantapkan hati kita, apakah kita masih saling
mencintai ataukah tidak.”
“baiklah, kalau
itu demi kehidupan kita selanjutnya.”
Pagi Nadia telah terbangun dari
tidurnya, dia beranjak mandi untuk melihat pemandangan dan udara segar pagi
hari. Setelah keluar dari kamar, terlintas nadia melihat vera dan firgy keluar
rumah.
“Roy, mereka
berdua mau kemana ?”
“mereka ingin ke
puncak bukit, tadi kamu dibangunkan tapi sepertinya kamu tidur terlalu lelap
dan kecapekan jadi gak tega.”
“iih kok gitu
sih, terus kenapa kamu masih disini ?”
“oh.. aku Cuma
ingin bersantai saja.”
“yasudah deh aku
mau menyusul mereka saja !”
“jangan nad ! “
“apaan sih ? kan
aku Cuma mau nyusul aja”
Berlarilah nadia
menyusuri hutan-hutan, nadia tak menyadari bahwa Roy mengikutinya diam-diam.
Sebenarnya Roy sudah mengetahui tentang rencana mereka, tetapi Roy tidak mau
memperburuk suasana, mungkin bukan waktu yang tepat untuk marah dalam keadaan
liburan seperti ini.
“kita harus
melakukan sekarang ver, supaya kita bisa tau akan semua pertanyaan yang kita
ragukan selama ini.”
Nadia mendengar
seperti ada yang berbicara di sana, lalu dia mendekati arah suara tersebut dan
nadia melihat firgy dan vera berdua saling berdekatan seakan-akan ingin
berciuman. “mereka berdua apa-apaan sih !” . kemudian firgy dan vera memulai
rencana mereka dan mereka berciuman untuk melepaskan keraguan. “fir, tidak ada
getaran kembali, sudah tak ada lagi rasa diantara kita.” Vera memeluk virgy
dengan tenang dan bahagia bahwa sudah tak ada rasa diantara mereka dan mereka akan
menjalani kehidupan masing-masing dengan kekasih mereka. Nadia terkejut dengan
perlakuan firgy dan vera, dia menangis tak sadar meneteskan air mata, seperti
hati tercabik-cabik. “kenapa mereka melakukan ini sama aku. Padahal aku sungguh
menyayangi firgy.” Dengan kemarahan nadi berbalik, dan dia tak sadar bahwa dibelakangnya
ada Roy dengan wajah kecewa nadia bertanya “Roy!” “iya nad, aku udah tau
semuanya, maafin aku nad.” . Tiba-tiba firgy dan vera mendengar seperti ada
yang berbicara. “fir, sepertinya aku mendengar sesuatu.”, firgy lalu mencari
tahu arah suara dan firgy tak menyadari bahwa di balik pohon rindang besar
nadia berdiri dengan penuh air mata. “nadia!” kemudian nadia menoleh ke
belakang “apa ? apa yang akan kamu katakana padaku ? “ “nadia, aku bias jelasin
semuanya.” “kamu itu jahat fir, kamu jahat sama aku ! “ berlarilah nadia
kembali ke villa dengan air matanya yang terus menetes dan disusul oleh Roy
“Tunggu nadia.” . Tampaknya firgy dan vera menyesal atas perlakuan mereka
“kenapa semuanya jadi seperti ini fir, aku tak berniat untuk selingkuh di sepan
mereka.” Menangis vera dipelukan firgy. “yasudah, kita kembali ke villa.”
Setelah firgy dan vera telah sampai
di villa, firgy melihat nadia mebereskan barang-barangnya yang telah rapi
dengan koper Barbie kesukaannya serta teddy bear yang dia peluk, lalu dia kea
rah pintu teras. “ mau kemana nad ?” firgy memegang tangan nadia. “ ya
pulanglah, aku sudah capek disini, kamu selalu menganggap aku tak ada dan kamu
selalu dan membela sahabat brengsekmu itu !” “cukup nadia !” bela saja terus !
kamu memang tak peduli terhadapku fir, aku kecewa sama kamu, aku cinta sama
kamu fir, tapi apa yang kamu lakukan sekarang ? bermain dibelakangku, sedangkan
aku setia menunggumu kembali kepadaku. Mungkin semuanya tlah berakhir, mungkin
sudah cukup sampai disini hubungan kita, semoga kamu bahagia.” Datanglah mobil
jemputan nadia. “ aku kecewa sama kamu fir, jangan pernah temuin aku. Selamat
tinggal.” “nadia, aku bakalan jelasin sama kamu, aku cinta sama kamu nadia.”
Dia ketuk-ketuk kaca mobil nadia, dan berlari-larilah firgy mengejar mobil
nadia. Nadia tak memperdulikan apa yang dikatakan firgy. Dia tetap menangis,
seakan masih kemarin dia jatuh cinta sama firgy tetapi sudah dikecewakan.
Dengan rasa kecewanya nadia bernyanyi “ seandainya
kau tau, kutak ingin kau pergi meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu,
seandainya kau tau aku kan slalu cinta, jangan kau lupakan kenangan kita selama
ini.” .
Firgy meratapi
kepedihan di hatinya “selamat tinggal nadia, aku masih mencintai kamu, aku gak
bakalan lupa atau tak mengingatmu. Selamat tinggal peri kecil di hatiku,
segenap cinta akan selalu ku berikan kepadamu, aku akan berjuang untukmu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar