Entah bagaimana aku harus memulai cerita ini. Cerita ini berawal setelah aku mengetahui siapa aku sebenarnya. Aku hanya seorang gadis yang tak pernah tahu asal-usulnya sendiri, entah darimana aku berasal .
Perkiraan Bulan Ramadhan, aku tahu tentang aku sebenarnya. Sebenarnya aku hanya seorang anak tiri tetapi satu ibu dengan adikku. Aku tak tahu keberadaan ayah kandungku kini. Mungkin semua hanya harapan kosong jika aku ingin bertemu ayahku . Aku takut untuk mengatakannya dan untuk mengucapkan “bu, sebenarnya dimana ayahku?” . Aku takut melukai perasaan ibukku, dan aku taku nantinya dia berpikir jika aku menanyakan itu, aku akan meninggalkannya .
Hari demi hari telah aku lewati,
Sakitnya hati ini sudah biasa aku jalani setiap hari di keluargaku. Entah bagaimana hidupku akan berlanjut dan tak tahu arah dan tujuan . Dalam prinsipku, tujuan pertamaku adalah membahagiakan ibuku dan dapat bertemu dengan ayahku . Aku sayang mereka berdua meskipun pada kenyataannya mereka tidak akan pernah bersatu seperti dulu lagi . Mungkin hanya harapan yang tak pernah menjadi kenyataan.
Orang-orang mungkin sudah tak asing lagi dengan seseorang sepertiku.
BROKEN HOME
Ya... itulah sebutanku.
Selama ini, aku tidak pernah merasakan hangatnya keluarga harmonis dan hangatnya dipeluk seorang ayah yang mencintai juga menyayangi kita . Seorang sosok yang mendidik dan membimbing kita dengan perasaan, bukan hanya pandangan orang agar dinilai baik. Semuanya hanya mimpi belaka yang tak pernah terwujud sedikitpun. Terkadang aku berpikir “Kenapa Tuhan? Kenapa harus aku? Kenapa aku diciptakan untuk ditinggalkan seperti ini? Kenapa aku yang harus merasakan pedihnya, sakit hati ini Tuhan. Apa hamba-MU punya salah yang tak bisa KAU maafkan? ” Terkadang aku merasakan kesepian yang amat dalam. Jika orang lain dapat bahagia, tapi mengapa aku tidak? Kenapa malah sebaliknya?
Setiap hari, setiap waktu, dimanapun dan kapanpun, aku mencoba untuk tersenyu bahagia, tertawa selayaknya orang tidak mempunyai sekecilpun masalah , TAPI TIDAK BISA ! aku hanya bisa tersenyum tertawa diluar, tapi didalam relung hatiku aku sakit , sakit sekali ! yang tak pernah orang lain mengetahui semuanya . Mereka hanya bisa melihat diluar, seakan-akan tidak ada apa-apa tetapi mereka semua tidak tahu selayaknya tentangku dan hanya bisa mengejek tentang kehidupanku juga tidak ada rasa peduli sedikitpun. Mereka mungkin mendekati aku karena hanya kasihan tapi bukan dari hati mereka . Aku tahu , aku bukan seperti anak yang lain, yang bisa berkumpul dan bercanda dengan keluarganya masing-masing. Sudah kucoba untuk bisa berkumpul tapi semuanya hambar seolah-olah asing dimata mereka .
Tuhan..
Apakah ini semua takdir yang telah Kau berikan padaku ?
Tuhan..
Apakah ini pertanda bahwa Kau masih menyayangiku?
Tapi Mengapa Tuhan? Mengapa harus ada air mata?
Kenapa tidak ada air mata Kebahagiaan untukku Tuhan?
Yang aku inginkan hanya kebahagiaan Tuhan..
Hanya satu pintaku itu yang aku mau...
Suatu saat, aku hanya ingin melihat kedua orangtuaku bahagia dengan apa yang aku usahakan selama ini . Aku ingin mereka bangga kepadaku , tapi yang aku takutkan “apakah semua ini akan menjadi nyata?”. Tak bisa ku pungkiri , semua hanya mimpi belaka yang tak akan dan tidak akan ada di depan mata.
Dituliskanku ini, aku menceritakan perasaanku yang sebenarnya . Perasaan yang selama ini aku pendam dan menimbulkan sakit yang teramat dalam . Seorang anak sepertiku, sudah terbiasa dengan ejekan,hinaan,sindiran dari orang-orang yang merasa dirinya sempurna. Mereka hanya bisa berbicara tanpa merasakan, atau bahasa kasarnya lebih TIDAK PUNYA PERASAAN !
Dalam hidup kita harus bersabar menjalaninya, tawakal dalam berdoa agar hanya Tuhan yang membalas semuanya. Mungkin ini memang jalan takdirku untuk menerima semua kenyataan seperti ini. Masih beruntung (Alhamdulillah) aku mempunyai orang tua tunggal (ibuku) yang membesarkanku dengan belaian kasih sayangnya selama ini kepadaku meskipun tidak ada seorang ayah yang menemaniku, bermain denganku setiap hari . Aku mempunyai ayah tiri, tapi tidak seperhatian ayahku sendiri walaupun aku tidak pernah mengenal ayahku sebenarnya . Tapi , saat melihat anak-anak lainnya bersama ayahnya, aku juga terkadang merasakan apa yang dirasakan anak-anak itu. Terkadang pula ku berbicara sendiri , “Kenapa aku tidak seperti mereka? Kenapa mereka tampak bahagia sekali? Kenapa aku tidak pernah merasakannya? Apa aku tidak pantas seperti mereka?” dengan menangis ku mengatakan semuanya. Aku iri melihat semuanya , aku benci dengan semuanya , aku benci !.
Aku juga ingin seperti mereka , bercanda tawa riang gembira . Ayah, seandainya kau tahu betapa aku sangat merindukanmu selama ini , Kenapa engkau tak pernah menengokku ? apakah kau tak ingin aku hadir didunia ini? Apa aku salah ? ada apa dengan semuanya? Aku tak pernah mengerti arti hidupku. Mempunyai sahabat tapi kenyataannya mereka tak pernah ada buatku.
Aku butuh seseorang yang mengerti aku dan menerima aku apa adanya. Tapi mengapa mereka datang hanya saat aku bahagia? Apakah ini yang dinamakan sahabat ?
Aku tahu, aku adalah anak yang tidak sempurna, aku tahu aku adalah anak yang pemarah , mudah tersinggung, cemburuan dan sensitiv. Tapi aku melakukan semuanya itu karena aku ingin diberi perhatian dan disayang karena dikeluargaku tidak ada perhatian sedikitpun selama ini. Aku kurang kasih sayang orang tua. Mungkin inilah sebenarnya anak broken home yang selalu hidup menyendiri dan tidak punya siapa-siapa lagi. Dimata mereka mungkin aku adalah anak nakal, anak yang selalu dipandang negative tapi tidak semua anak akibat perceraian harus mempunyai cap seperti itu . Cukup hanya aku yang merasakan penderitaanku selam ini , jangan anak-anakku maupun cucuku suatu saat nanti . Aku ingin mereka hidup tenteram damai tanpa adanya masalah . semoga meskipun ada masalah mereka dapat melewati dengan jalan-Mu YA RABB . Aku tidak ingin mereka merasakan sakit hati sepertiku , perasaan hancur berkeping-keping tanpa ada jalan keluarnya.
Memang
mudah untuk mengatakan “MAAF” tapi kau tak tahu begitu banyak beban yang aku
tanggung selama ini. Disini aku menunggu Tanggung Jawabmu sebagai orang tua
bagiku. Iya, benar sekali , aku marah , aku kecewa selama ini ! sangatlah
kecewa ! tapi aku masih ingat jika kau merupaka orang yang berjasa dalam
hidupku. Disini aku baik-baik saja sebagai anakmu, dengar yah.. tolong temui
aku sebentar saja ! aku ingin merasakan kehangatan seorang ayah , bukan hinaan
, cacian melainkan do’a untuk anakmu ini.
Setiap pagi setiap waktu . Ketika ku
mulai terbangun dari tidurku, kadang aku menghayal bakalan ada yang ngebangunin
aku dan mencium keningku dengan mengucapkan “Selamat pagi putriku” dan
tersenyum bahagia kepadaku. Aku ingin disetiap nilai-nilai pelajaran di
raportku jika aku mendapatkan nilai yang memuaskan dan kau berkata “Anak ayah
pintar” sambil memelukku dan membelai rambutku dengan penuh kasih sayang dan
kelembutan. Aku ingin dimanja seperti anak yang lainnya ! aku ingin ayah ! aku
ingin semuanya ! aku ingin kasih sayangmu ! aku ingin cinta darimu ! aku ingin
semuanya yah ! . Tapi mengapa? Mengapa ayah ? mengapa kau tak kunjung datang
untukku ? apakah kau sudah lupa denganku ? apakah tak ada sayang untukku ?
Tuhan .. Aku minta sebentar saja , kebersamaan aku dengan ayahku , aku rindu .
Alunan lagu malam mengiringi
kegelapan hatiku. Hanya pacar, sahabat serta teman-temanku yang dapat menemani
malamku yang sunyi ini. Mereka selalu buatku tertawa riang dan penuh canda tawa
meskipun terkadang ada duka yang datang. Tapi, alhamdulillah, kita bisa
melaluinya. Ya, kini aku riang tapi hatiku sakit, Iya sakit. Selalu saja
terkadang aku meratapi kehidupanku. Kenapa di keluargaku tidak ada yang seperti
mereka ? yang selalu memberikan aku kebahagiaan. Kenapa malah sebaliknya? .
Pada waktu malam, aku ngirim message ke kakakku , dia
adalah temanku pas SMP. Aku menanyakan gimana kabar ayahku dan apakah ayahku
serta keluarga ayah kandungku menanyakan kabarku. Tapi ternyata tidak sama
sekali. Seolah-olah aku ini bukan siapa-siapa, seolah-olah olah aku di buang
begitu saja. Padahal aku pengen banget bertemu. Jadi anak Broken Home itu serba
salah, gini salah gitu salah, diem salah gak diem di bilang sok , gimana sih ah
! Mungkin mereka memandangku rendah , mungkin mereka tak tau tekatku selama ini
untuk menuju gerbang kesuksesan demi mereka semua tapi mereka malah tak
menghiraukan keberadaanku. Pernah dulu, aku berniat untuk mengakhiri hidupku,
karena kenapa? Aku capek hidup di dunia ini , aku putus asa , aku sedih, aku
kecewa, terlalu banyak kekecewaan di hidupku. Aku menceritakan semua pada
pacarku, alhamdulilah.. dia memberikan semangt dan saran positif untuk hidupku
ini. Dia berkata, bahwa ia tak ingin kehilanganku dan masih ingin selalu
bersamaku. Dia juga berkata jika aku
pergi ,maka tidak ada yang akan merawat ibuku, tidak ada yang menemani ibuku di
hari tuanya nanti saat memory-memory terkumpul menjadi satu menjadi suatu
memory kebahagiaan. Dari itu aku sadar sobat, bahwa meskipun kita anak broken
home, kita harus semangat menjalani hidup kita, kita harus move on , kita harus
yakin bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN di dunia ini. Aku pernah melakukan
dosa besar, tapi aku berniat dalam hati AKU TIDAK AKAN MELAKUKAN LAGI, tolong
jangan membuatku untuk melakukannya lagi karena aku takut dengan semua
dosa-dosaku. Terimakasih atas segala respon positif dari kalian semua untukku,
aku nggak akan pernah lupa dengan kalian semua. Akan ku simpan di lubuk hatiku
paling dalam tepatnya di ulu hatiku. Untuk pacarku jika melihat Blog ini,
makasih ya sayang, kamu udah ngertiin aku, aku bukannya egois tapi aku ingin
lebih di perhatikan karena disini aku jarang di perhatikan, hanya cacian yang
aku alami dan maaf jika aku dulu pernah berdusta sama kamu tapi aku janji nggak
akan ngulangin lagi dan sampai sekarang ini aku masih bertahan buat kamu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar